PENYEBAB UTAMA TERJADINYA KATARAK PADA MATA KITA

Penyebab utama katarak adalah proses penuaan. Anak biasa mengalami katarak yang biasanya merupakan penyakit yang diturunkan, peradangan di dalam kehamilan, keadaan ini disebut sebagai katarak kongenital. Lensa mata mempunyai bagian yang disebut pembungkus lensa atau capsule lens, korteks lensa yang terletak antara nukleus lensa atau intilensa dengan capsule lens (Ilyas, 2010). 
Pada anak dan remaja nukleus bersifat lembek sedang pada orang tua nukleus ini menjadi keras. Katarak dapat mulai dari nukleus, korteks, dan subcap solaris lensa.Dengan menjadi tuanya seseorang maka lensa mata akan kekurangan air dan menjadi lebih padat. Lensa akan menjadi keras pada bagian tengahnya,sehingga kemampuannya memfokuskan benda dekat berkurang. Hal ini mulai terlihat pada usia 45 tahun dimana mulai timbul kesukaran melihat dekat / presbyopia (Ilyas, 2010). 

Pada usia 60 tahun hampir 60% mulai mengalami katarak atau lensa keruh.Katarak biasanya berkembang pada kedua mata akan tetapi progresivitasnya berbeda. Kadang-kadang penglihatan pada satu mata nyata berbeda dengan mata yang sebelahnya. Perkembangan katarak untuk menjadi berat memakan waktu dalam bulan hingga tahun (Ilyas, 2010). 

Berbagai faktor dapat mengakibatkan tumbuhnya katarak lebih cepat. Faktor lain dapat mempengaruhi kecepatan berkembangnya kekeruhan lensa seperti diabetes mellitus, obat tertentu, sinar ultra violet B dari cahaya matahari, efek racun dari merokok, dan alkohol, gizi kurang vitamin E, dan radang menahun di dalam bola mata. Obat tertentu dapat mempercepat timbulnya katarak seperti betamethasone, klorokuin, klorpromazin, kortison,ergotamin, indomethacin, morrison, neostigmine, pilokarpin dan beberapa obat lainnya. Penyakit infeksi tertentu dan penyakit seperti diabetes melitus dapat mengakibatkan timbulnya kekeruhan lensa yang akan menimbulkan katarak komplikated (Ilyas, 2010). 

Katarak biasanya terjadi bilateral, namun memiliki kecepatan yang berbeda. Dapat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistemik, seperti diabetes. Namun kebanyakan merupakan konsekuensi dari proses penuaan yang normal. Kebanyakan katarak berkembang secara kronik ketika seseorang memasuki dekade ketujuh. Katarak dapat bersifat kongenital danharus diidentifikasi awal, karena bila tidak terdiagnosa dapat menyebab kanambliopia dan kehilangan penglihatan permanent (Vaughan, 2010). 

Faktor yang paling sering berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar ultraviolet B, obat - obatan, alkohol, merokok, diabetes, dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu lama (Vaughan, 2010). 

Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih, transparent, berbentuk seperti kancing baju dan mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona sentral terdapat nukleus, di periferia ada korteks, dan yang mengelilingi keduanya adalah capsule anterior dan posterior. 

Dengan bertambahnya usia, nucleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan. Disekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan posterior nucleus. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna, Nampak seperti kristal salju pada jendela. 

Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. Perubahan pada serabut halus multiple (zonula) yang memanjang dari badan salyer ke sekitar daerah di luar lensa, misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalami distorsi. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi, sehingga mengaburkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. 

Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influx air ke dalam lensa. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak.

Artikel Terkait